Fakta dibalik kesuksesan Leicester City yang merusak mitos juara Liga Inggris


image

Leicester hanyalah sebuah tim underdog yang tidak begitu diperhitungkan saat berlaga di Liga Inggris bahkan hanya berlaku 5000-1 dibursa taruhan juara. Namun semua itu berubah sejak mengalahkan Manchester City 3-1 di Februari mereka melaju bak meteor bergerak di puncak klasemen Liga Inggris.

Dibalik kesuksesan Leicester City menjadi jawara Liga Inggris musim ini banyak hal yang melatarbelakangi perjuangan mereka menuju puncak.

Berikut fakta fakta seputar Leicester City yang melenceng dari kebiasaan klub Liga Inggris yang menjuarai Liga Inggris;

1. Leicester peringkat ke 14 Liga Inggris musim lalu.
Sudah menjadi tradisi di Liga Inggris biasanya juara liga selalu berada di lima besar klasemen setiap tahunnya. Namun tidak berlaku untuk Leicester, setelah peringkat 14 The Foxes melesat menjadi jawara dimusim berikutnya.

image

2. Leicester menjadi tim dengan bujed belanja paling kecil diantara semua tim di top 5 klasemen Liga Inggris. Hanya sekitar £23 juta, bandingkan dengan Chelsea £200juta, atau MU £158 juta, City £194juta.

image

3. Sang striker Jamie Vardy bukan lulusan dari akademi klub besar terkenal, dia hanya berasal dari klub diluar liga reguler.

4. Statistik ball possesion dan Leicester lebih rendah jika dibanding dengan juara Liga Inggris sebelumnya (lihat grafik statistik perbandingan Leicester). Ranieri sang pelatoh menyatakan memang sudah menjadi karateristik dari The Foxes lebih banyak bermain gaya counter attack, dan itu bukan menjadi masalah bagi dirinya.

image

5. Leicester memiliki persentase akurasi passing terendah diantara semua tim besar papan atas Liga Inggris.

6. Formasi klasik 4-4-2
Leicester tetap setia pada formasi klasik 4-4-2 dan menunuukkan hasil yang efekstif, mesksipun dalam beberapa musim tim jawara Liga Inggris pada umumnya menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan 1penyerang dan 2 winger. Namun tidak berlaku bagi Leicester dengan 2 penyerang dan 4 gelandang mereka mampu menunjukkan serangan efektifnya.

7. Para pemain Leicester minim pengalaman juara.
Hanya Robert Huth yang pernah mengecap juara Liga Inggris saat masih bergabung dengan Chelsea musim lalu, Gokhan Inler di Liga Super Swiss dan Marcin Wasilewski di Liga Jiler Belgia,  rata-rata para pemain Leicester belum pernah merasakan pengalaman juara bersama The Foxes.

8. Minim perubahan.
Juara Premier League rata-rata membuat 95,4 perubahan. Bahkan Jose Mourinho, bersama Chelsea yang menjadi jawara Liga Inggris 2014/15  membuat 86 perubahan dalam satu musim.
Hanya Claudio Ranieri yang paling minim melakukan rotasi sekitar 27 kali saja dan hanya melanjutkan tradisi yang sudah berjalan di Leicester.

Fakta-fakta yang di miliki Leicester tersebut mampu merubah mitos-mitos yang selama ini menjadi indikator kesuksesan tim-tim yang menjadi jawara Premier League sebelumnya.

Dan menilik hal tersebut kini menjadi pemicu semangat tim-tim kecil di Liga Inggris untuk berjuang di musim mendatang.

Iklan

One response to “Fakta dibalik kesuksesan Leicester City yang merusak mitos juara Liga Inggris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s